Profil Detail Partai Politik

Mengenal Lebih Dekat :

Gerindra

Pendahuluan Partai Politik

Gambaran Singkat Partai

Ketua UmumPrabowo Subianto
Ketua Harian

Sufmi Dasco Ahmad

Sekretaris JenderalAhmad Muzani
Bendahara Umum

Thomas M Djiwandono

Tahun Didirikan6 Februari 2008
Kantor Pusat

Jl. Harsono RM no.54, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12160.

Keterwakilan Perempuan210 caleg perempuan dari 580 DCT (36,21%)

Pendahuluan Partai Politik

Sejarah Partai

Gerindra didirikan pada tahun 2008. Awalnya ide pembentukan partai baru dimulai dari seorang politisi muda dan pengusaha ulung, Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo. Awalnya keduanya bertemu untuk mendiskusikan kondisi demokrasi bangsa. Menurut Fadli Zon, pada diskusi tersebut keduanya bersepakat bahwa Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat.

Dari hasil diskusi tersebut Fadli dan Hashim pun sepakat bahwa perlu adanya pendirian partai baru tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa dipimpin oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. 

Setelah itu para pendiri partai seperti Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi Pr, Widjono Hardjanto dan Prof Suhardi dan Fadli Zon, berkumpul di Markas Institute for Policy Studies untuk mematangkan konsep partai baru mulai dari ADART dll. Hingga puncaknya, partai Gerindra terbentuk pada 6 Februari 2008. Dengan ketua umum pertamanya Prof Suhardi.

Pendahuluan Partai Politik

Prinsip dan Ideologi Partai

Gerindra merupakan partai yang memiliki kelekatan pada sosok Prabowo Subianto. Prabowo menjadi representatif Gerindra selama 10 tahun terakhir ini. Adapun ideologi partai Gerindra juga melekat pada Ideologi Prabowo. Menurut New Mandala “Mapping the Indonesian political spectrum” yang berdasar hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) padatahun 2018, Gerindra memiliki ideologi : 

  • Condong sedikit ke arah konservatif dengan nilai 5.54 dari 10. Semakin mendekati 10 adalah konservatif/aliran kanan semakin ke arah satu adalah progresif/aliran kiri
  • Pada aspek Nasionalis (pancasila)/Islamis. Gerindra lebih ke arah nasional dengan nilai 2.40 semakin mendekati 1 semakin nasionalis sedangkan semakin mendekati 10 semakin Islamis.

Prinsip Gerindra

Dalam mewujudkan visi misinya, partai Gerindra mengacu pada beberapa prinsip antara lain : 

  • Prinsip Disiplin
  • Prinsip Kedaulatan
  • Prinsip Kemandirian
  • Prinsip Persamaan Hak
  • Prinsip Kerjasama dan Gotong Royong
  • Prinsip Musyawarah

Visi dan Misi Partai

Menggambarkan Masa Depan Indonesia

Visi:

Menjadi Partai Politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya dan berdiri diatas kaki sendiri dalam bidang ekonomi.

Misi:

  • Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.
  • Mendorong pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan sendiri.
  • Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat.
  • Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga Negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang golongan.
  • Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih disetiap tingkat pemerintahan.

Program Unggulan

Program Unggulan untuk Masa Depan Indonesia

Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Adapun cara mencapai Indonesia Emas 2045 menurut Prabowo selaku ketua Umum partai Gerindra adalah dengan menerapkan Ekonomi Pancasila

  1. Ekonomi yang menjunjung tinggi kemanusiaan 
  2. Ekonomi yang berpihak pada kepentingan nasional
  3. Ekonomi yang egaliter dan kerakyatan
  4. Ekonomi yang berkeadilan sosial
  5. Ekonomi yang religius dan wujudkan persatuan nasional

Selain itu partai Gerindra juga menyampaikan dalam Website resminya 10 Kebijakan menuju Indonesia Emas 2045

Pelanggaran Pemilu

Pelanggaran Partai Saat Pemilu

Tokoh Partai Politik

Tokoh Berpengaruh Partai Politik

Fadli Zon

 

 

 

 

 

 

 

Fadli merupakan salah satu pendiri partai Gerindra bersama Prabowo, Hashim dll. Sejak didirikannya Gerindra Fadli diamanahkan menjadi Wakil Ketua Umum. Selain itu, saat ini ia juga menjadi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra sekaligus ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Periode 2019-2024.

Ahmad Riza Patria

 

 

 

 

 

 

 

 

Ahmad Riza Patria yang biasa dipanggil Ariza, mengawali karir politiknya dengan mencalonkan diri sebagai calon wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Hendardji Soepandji jalur Independen pada 2012 namun ia kalah. Setelah itu, Ariza menjadi anggota DPR RI pada 2014 hingga 2019. Kemudian, ia mencalonkan diri menjadi wakil gubernur DKI Jakarta pada 2020 di DPRD dan berhasil menempati jabatan tersebut. Ariza saat ini juga diamanahkan menjadi Ketua DPD partai Gerindra DKI

Andre Rosiade

 

 

 

 

 

 

 

 

Andre merupakan seorang anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra daerah pemilihan Sumatera Barat I. Pada 2019, Andre dipercaya menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Saat ini Andre juga menjadi Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat.

Perolehan Suara

Perolehan Suara dari Tahun ke Tahun

Pada pemilu 2009 Gerindra memperoleh suara sebanyak 4,6 juta suara atau 4.46% dari total pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Hasil pemilu pertama Gerindra ini mengantarkannya ke senayan dengan total perolehan kursi sebanyak 26 kursi.

Pemilu 2009

Pada pemilu 2014 Gerindra memperoleh suara yang meningkat tajam dengan perolehan suara sebanyak 14,75 juta suara atau 11,81 persen dari total suara sah nasional. Dengan itu Gerindra memperoleh 73 kursi di Senayan.

Pemilu 2014

Lagi lagi, pada pemilu 2019 Gerindra mengalami peningkatan suara. Namun, tidak sesignifikan pemilu sebelumnya. Gerindra berhasil meraup 17,59 juta suara atau 12,57 persen dari total suara. Gerindra berhasil meraih 78 kursi di DPR.

Pemilu 2019

Berita dan Isu-isu Terkini

Informasi Terbaru seputar Pemilu

Serba-Serbi Pemilu

Awasi dan Laporkan Segala Bentuk Kecurangan Pemilu

Awasi dan Laporkan Segala Bentuk Kecurangan Pemilu

Baru baru ini publik diramaikan dengan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan berbagai pihak, baik pihak penyelenggara pemilu ataupun bakal calon peserta pemilu. Terlihat potensi pelanggaran berupa curi start yang dilakukan beberapa partai pada pemilu 2024. Potensi Pelanggaran Pemilu oleh PAN PAN sempat menjadi perbincangan publik atas lagu pan-pan-pan terdepan…

Menemukan Pelanggaran Pemilu? Begini Cara Melaporkannya ke Bawaslu

Menemukan Pelanggaran Pemilu? Begini Cara Melaporkannya ke Bawaslu

Pernah menemukan pelanggaran pemilu selama masa kampanye berlangsung? Tapi, masih bingung lapor kemana? Nah, kamu dapat melaporkan dugaan pelanggaran pemilu kepada pengawas pemilu atau Bawaslu yang ada di daerahmu. Orang-orang yang berhak melaporkan dugaan pelanggaran pemilu diantaranya, warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, peserta pemilu, dan pemantau pemilu. Peraturan…

Tata Cara Pencalonan dan Perhitungan Kursi DPR RI

Tata Cara Pencalonan dan Perhitungan Kursi DPR RI

Pada 2024 masyarakat akan dihadapkan dengan pesta demokrasi 5 tahunan di Indonesia. Masyarakat nantinya akan memilih para pemimpin dan wakil rakyatnya. Pada Pemilu 2024 mendatang masyarakat akan memilih Presiden dan wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, Gubernur, Bupati, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.  Menurut Ketua KPU, Hasyim Asyari pemilu…

Alerta-Alerta!

Kejanggalan dalam Instruksi Penghentian Rekapitulasi Suara

Kejanggalan dalam Instruksi Penghentian Rekapitulasi Suara

Komisi Pemilihan Umum menyetop perhitungan suara di beberapa kecamatan di sejumlah daerah. Penundaan tersebut diperintah langsung oleh KPU RI melalui Grup Whatsapp ke KPU daerah untuk menunda rekapitulasi suara di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK), Ahad 18 Februari 2024. Instruksi tersebut berisi untuk menunda selama dua hari Ahad dan…

Ketika Ketua KPU Melanggar Etik : Pantaskah?

Ketika Ketua KPU Melanggar Etik : Pantaskah?

Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) pada senin 5 Februari 2024, memutuskan bahwa Ketua KPU, Hasyim Asyari. Telah melakukan pelanggaran etik atas kesalahannya menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden. Hasyim terbukti melakukan  pelanggaran kode etik pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Hasyim dijatuhi hukum sanksi peringatan keras terakhir. Sedangkan…

Anggaran Bansos Ugal-Ugalan : Potensi Merugikan Negara

Anggaran Bansos Ugal-Ugalan : Potensi Merugikan Negara

Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Jokowi aktif dalam membagikan Bantuan Sosial (Bansos) di beberapa daerah. Pasalnya, Bansos dalam waktu dekat ini betul-betul masif dibagikan oleh pemerintah saat ini. Penyaluran bantuan sosial menjelang pelaksanaan pemilu 2024 semakin meningkat tajam anggarannya. Awalnya, pemerintah menyalurkan Bansos dalam bentuk bantuan langsung tunai atau…

Potensi kecurangan

Berikut beberapa potensi kecurangan yang dapat terjadi ditahap ini:

Pembagian sisa surat undangan

Pembagian sisa surat undangan untuk memilih yang dibagikan kepada mereka yang tidak berhak.

Memindahkan suara calon

Memindahkan suara calon legislator kepada calon legislator lain dalam satu partai atau memasukkan suara partai ke calon legislator tertentu.

Jual beli rekapitulasi suara

Jual beli rekapitulasi suara, utamanya bagi partai yang tidak lolos parliamentary threshold.

Apakah Anda menemukan kecurangan
seperti contoh disekitar anda?